Monday, October 25, 2004

...CINTA...

CINTA adalah angin
yang berhembus dengan kesejukannya
Lembut, halus, menyapa...
Ia tidak terlihat dengan kasat mata
Tetapi ketika engkau memenjamkan mata
engkau akan merasakan kesejukannya
Rasa damai, bahagia
dan merasakan segala keindahannya
Ketika engkau jatuh cinta
dalam pandanganmu semua terlihat indah dan baik
Orang yang engkau cinta
akan selalu tampak menyenangkan
Meski terkadang kau tak habis pikir
kenapa engkau mencintainya
dan yang lain menggeleng heran
Mencintai seseorang
membuat engkau
ingin menjadi lebih baik
ingin hidup bahagia
ingin menikmati hidup
dan menjadikannya lebih indah
Jika CINTA datang padamu
Jangan pernah lari dari padanya
Ia datang kapan saja
dimana saja
kepada siapa saja
Hai sahabat...
Nikmatilah CINTA
bagai angin yang tak lelah berhembus
Raihlah CINTA
yang merupakan harapanmu
Mencintai seseorang tidak memerlukan logika
karena CINTA mengalahkan logika
Ia percaya segala sesuatu
Ia mengharapkan segala sesuatu
Ia menutupi segala sesuatu
Capailah dan sambutlah cintamu
ketika ia datang
Jangan sampai ia pergi dan hilang
ditelan badai dan angin topan
Sehingga kau tak lagi
dapat merasakan keindahan dan kedamaiannya

Pesona Khayangan, Juli 2004
Persembahanku

Sunday, October 24, 2004

...ASA TAK PADAM...

Masa terus berganti
Waktu terus terlewati
Tanpa terasa dan tanpa disadari
lima tahun yang lalu
aku pernah terpaku
ketika dulu sadari ada rasa hadir dihati
Cinta datang mengetuk
di saat tak terduga
di tempat tak terduga
dengan sosok tak terduga
Bagai langit cerah tanpa pesan
hanya terangnya pasti memberi ketenangan
Sejak saat itu
rasa semakin dalam
Menari bagai angin bebas
Berlagu dalam ruang hati
Sejak saat itu
kukejar dia dengan kasih tak bertepi
meski ku tahu
tak kan bersambut
Sendiri memendam rasa
dalam diam dia tak bergeming
Berkali kutanya
kenapa aku mencintainya?
Berkali pula kutemukan jawabnya
hampa tanpa suara
Aku tak menemukan jawaban
Bahkan
semakin hari rasa itu
semakin bertambah

Pondok Labu, awal tahun 2003

...MAAF...

35 purnama lewat, tak bersahabat
harapku, hampa
sepiku, terasa
sendiriku, sunyi
Ketika pergi berkata, harap yang terbaik
Ketika jauh berkata, buat yang terbaik
Harapku tetap yang terbaik, namun...
hampa, sendiri, sepi melekat
Buatku tetap terbaik, namun...
arti tertiup angin
Kubenci dia, niatku
Kulupa dia, mauku
Kusakiti dia, inginku
Agar asa tak lagi tertanam
Agar tangis tak lagi terdengar
Agar hati tak lagi terkoyak
Kucoba benci, lelahku
Kucoba lupa, ingatku
Kucoba sakiti, sedihku
Teriakku...
"Pergi... hilang... larilah ke awan kelam"
Agar Tanya tak lagi gemakan
"Akankan dia kembali untuk cinta?"
Cinta ada, maaf kupinta
Cinta tiada, janji kukata
Agar purnama kelak bersahabat
kala cinta kulupa
Agar canda tawa sepasang sahabat
menemani perjalanan hidup
dalam tiap putaran purnama

Pesona Khayangan, April 2002
Buat dia dariku dalam ke-alpha-annya

...KITA HARUS MERASAKAN...

Menjadi manusia dengan kesempurnaan adalah mustahil adanya
Meraih cita tak semudah mengucap kata
Menjadi kuat harus jatuh bangun di arena pertarungan
Menjadi matang harus berawal dari mentahnya kehidupan
Kita harus merasakan hujan
supaya kita tahu arti perlindungan
Kita harus merasakan luka
supaya kita menyadari mujarabnya obat penawar perih
Kita harus merasakan teriknya matahari
supaya kita tahu memelihara tempat untuk berteduh
Kita harus merasakan susah
supaya kita dapat menemukan kekuatan untuk selalu berjuang
Kita harus merasakan terombang di ganasnya gelombang
supaya kita selalu melatih daya tahan mengayun ke labuhan
Kita harus merasakan kejamnya kesepian
supaya kita dapat mensyukuri utuhnya kesadaran ditengah keramaian
Kita harus merasakan gelapnya malam
supaya kita terjaga mengarahkan mata mengharap indahnya mentari
Kita harus merasakan sesaknya putus asa
supaya kita tahu arti pengharapan
Kita harus merasakan kejamnya penghianatan
supaya kita tahu arti pengakuan
Kita harus merasakan tipu muslihat iblis
supaya kita tahu arti tulusnya kasih
Kita harus merasakan bersalah
supaya kita tahu arti dibenarkan
Kita harus merasakan semua
supaya kita tahu akan keterbatasan kita
Kita harus merasakan semua itu
supaya kita tahu arti sebuah kesempatan terakhir
TUHAN AKU TAK BERDAYA
Kita harus merasakan semua itu
supaya kita sadar akan saat penyerahan
Kita harus merasakan semua itu
supaya kita dapat meraih tangan
yang selalu terulur menyeka air mata kita
supaya kita tahu arti sebuah ucapan
"ANAKKU, ITULAH HAKIKAT KEHIDUPAN"
Kita harus merasakan semua itu
supaya kita layak menghadiri pesta pengukuhan
"ENGAKU TELAH LULUS UJIAN" (by: JTS)

Palembang, September 2000
Dari dia dipersembahkan untukku
dalam ketidakberdayaaku

...MASA DEPAN...

Memikirkan masa depan kita
Adalah sejuta ragam rencana dan cita-cita
Segala yang menjanjikan dan menggembirakan ada didalamnya
Segala kemampuan dan kesempatan menyatu dengannya
Setiap waktu menjadi riuh olehnya
Memikirkan masa depan kita
Adalah beragam langkah dan lompatan
Sejauh tangan menggapai, meraih segala keinginan
Mengarahkan mata menerawang lorong kehidupah
Mengharapkan segala sesuatu dalam genggaman
Memikirkan masa depan kita
Adalah ibarat kerinduan akan mentari pagi
Menghirup udara segar memulihkan raga
Benderangannya lintasan mengarah tujuan
Kokohnya kaki menapak jalan kedepan
Memikirkan masa depan kita
Bisa menjadi seperti area perjudian
Pada saat gelimang harta menjadi tumpuan
Riuhnya suara mengaburkan nurani
Segudang kemewahan dan kenikmatan ragawi
Mengelabui kesadaran dan mata hati
Memikirkan masa depan kita
Adalah timbunan kemungkinan yang seakan tak berkesudahan
Pastikan kemana hati mengarah
Apa yang HARUS kita raih
Dimana kita DI AKHIR semua ini
Terhembus kesana kemari atau TINGGAL TETAP
Memikirkan masa depan kita
Adalah berhenti sejenak menenangkan diri
Memahami siapa kita
Dari mana dan kemana kita pergi
Mengapa kita disini
Memikirkan masa depan kita
Adalah menyadari posisi
Lalu bertanya pada MASA DEPAN itu
Karena kita tidak tahu, yang mungkin hanya berlagak tahu
Selanjutnya adalah berpasrah diri
Pada MASA DEPAN itu
Memikirkan masa depan kita
Adalah DIA, MASA DEPAN itu
Tempat dari mana kita datang
Dan seharusnya tempat kita pulang
Karena DIA selalu ada, walaupun segala sesuatu tidak ada
MASA LALU dan MASA DEPAN kita

Jumaga Tua Sinaga
Palembang, 6 April 2000

...D I A...

Dia punya mata untuk melihat
Dia punya telinga untuk mendengar
Dia punya tangan untuk menolong
Dia punya hati untuk merasakan
Dia punya segalanya buatku
waktu, pikiran, tenaga, perasaan
Sampai tak pernah kusadari
bahwa dia memberikan segalanya buatku
Dia setia dan akan selalu setia
bahkan dia tidak punya hati lagi
Untuk berpaling ke tempat lain
Dia juga memberikan kasih dan hidupnya
kepada semua orang yang membutuhkannya
Tetapi tidak sedetikpun dia pernah meninggalkanku
Tidak sedetikpun
Selalu berjalan bersamaku
melalui hari-hari
Meski terkadang
kehadirannya tak tampak bagiku...

Pangkalan Jati, Oktober’95
Dari dia untukku dalam bahasaku